bptdmaluku.com – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di Hotel Golden Palace, Kota Ambon. Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui BPTD Kelas II Maluku bersama Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon, serta Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Provinsi Maluku.
Kepala BPTD Kelas II Maluku, Drs. H. Hasan Bisri, dalam sambutannya disampaikan bahwa keselamatan lalu lintas merupakan salah satu isu penting dalam pembangunan yang memerlukan perhatian bersama. Kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup masyarakat, produktivitas, kesehatan, dan masa depan generasi bangsa.
Menurutnya, berbagai pelanggaran lalu lintas yang sering dianggap sederhana, seperti tidak menggunakan helm, mengabaikan rambu lalu lintas, maupun kurangnya disiplin di jalan raya, dapat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan yang berakibat fatal. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih mendasar melalui pembentukan karakter dan budaya keselamatan sejak usia dini.
“Anak-anak adalah aset bangsa dan generasi penerus pembangunan. Apa yang mereka lihat, dengar, dan pelajari sejak usia dini akan membentuk pola pikir, sikap, serta perilaku mereka di masa depan. Karena itu, Program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) menjadi salah satu upaya strategis untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan kepada anak-anak sejak dini,” ujar Hasan Bisri dalam sambutannya.
Program SALUD tidak hanya mengenalkan rambu-rambu lalu lintas kepada anak-anak, tetapi juga bertujuan membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, kemampuan memahami aturan, serta kesadaran akan pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang harus dibangun secara berkelanjutan melalui lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, para guru PAUD dan TK yang menjadi peserta bimbingan teknis diberikan berbagai materi terkait keselamatan transportasi, metode pembelajaran yang ramah anak, serta strategi mengintegrasikan nilai-nilai keselamatan ke dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Hasan Bisri juga menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menanamkan kebiasaan positif kepada anak-anak pada masa emas pertumbuhan mereka. Melalui kegiatan ini diharapkan para pendidik mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah masing-masing.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan SALUD tidak berhenti pada pelaksanaan bimbingan teknis semata, tetapi mampu melahirkan berbagai inovasi pembelajaran keselamatan lalu lintas di sekolah-sekolah PAUD dan TK, mencetak kader-kader keselamatan dari kalangan pendidik, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung terbentuknya budaya keselamatan sejak usia dini.
“Keselamatan merupakan investasi jangka panjang. Ketika anak-anak tumbuh dengan pemahaman mengenai keselamatan, mereka akan menjadi generasi yang lebih disiplin, peduli terhadap lingkungan sekitar, dan bertanggung jawab dalam menggunakan sarana transportasi,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis SALUD Tahun 2026 ini, BPTD Kelas II Maluku bersama para pemangku kepentingan berharap dapat mewujudkan generasi Maluku yang cerdas, sehat, berkarakter, serta memiliki budaya keselamatan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. JJ